Air Mata Surga; Karena aku wanita, aku sanggup menghadapinya

Salah satu bagian yang begitu lekat dalam film air mata surga ini adalah cerita tentang ranting yang disampaikan oleh Fikri kepada Fisha dan juga ibunya saat dia bertandang ke rumah Fisha pertama kali dan langsung menyampaikan niatnya untuk melamarnya, kurang-lebih seperti yang ada di quote berikut (lihat video di bawah buat lengkapnya).

sinopsis air mata surga lengkap sampai ending

Ada satu cerita tentang dua orang anak yang disuruh bapaknya untuk mencari ranting untuk dibuatnya kesenian dalam hutan.

Anak pertama memasuki hutan dahulu, dilihatnya sebuah ranting yang bagus, tapi tidak diambilnya. Dia berpikir pastilah nanti akan ada lagi ranting yang lebih baik di dalam sana. Ranting yang lebih baik pun dia temui, namun tidak diambilnya, karena dia berpikir akan ada yang lebih bagus lagi di dalam sana. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar ia telah sampai di tepi hutan tanpa membawa satu ranting pun.

Anak kedua memasuki hutan, begitu dilihatnya sebuah ranting yang disukainya dia ambil dan bawa ranting itu hingga dia sampaikan kepada ayahnya.

“Aku banyak melihat ranting yang lebih bagus dari pada ranting itu, kenapa kau mengambilnya?” tanya anak pertama.

“Aku menyukai ranting ini, maka aku mengambilnya dan tetap membawanya, walaupun dia bukan ranting yang terbaik, tapi saat aku telah bersamanya dan membawanya hingga keluar hutan, semakin sayanglah aku padanya” jawab anak kedua.

Awal Indah Air Mata Surga

Begitulah kira – kira jawaban Fikri (Richard Kevin) saat datang melamar Fisha (Dewi Sandra) di kunjungan pertamanya ke Jogja.

Fikri mengunjungi Fisha yang merupakan mahasiswa S2 yang dibimbingnya dalam mengerjakan thesisnya. Sebelumnya Fikri dan Fisha bertemu hanya sekali. Saat Fisha mengunjungi studionya di Jakarta untuk meminta Fikri menjadi dosen pembimbingnya.

Tak perlu waktu lama bagi Fikri untuk jatuh hati dengan Fisha dan memutuskan untuk melamarnya. Walau di situ tergambarkan semuanya seolah tanpa rencana.

Fikri datang ke Jogja dengan alasan bimbingan thesis tersebut, saat mengantar balik Fisha dan telah berpamitan. Dia balikkan badannya dan meminta masuk kepada Ibu Fisha, dan kemudian dia mengutarakan niat untuk meminang anak gadis tersebut.

Cerita itulah yang keluar dari Fikri saat ditanya alasannya memilih Fisha sebagai pendamping hidupnya. Sebuah cerita yang menandaskan, bahwa yang terpenting adalah menentukan pada satu pilihan, lalu konsisten dengan pilihannya. Tak perlu mencari yang terbaik.

And The Story goes on…

Walau ditentang oleh ibu Fikri (diperankan Meriam Belina) yang lebih cocok dengan wanita yang menjadi pilihan calon menantunya, Fikri ngotot dan tetap memilih Fisha sebagi calon istrinya.

Pernikahan keduanya pun dihelat, dihadiri keluarga dan juga Hamzah (Morgan Oey) teman sejak kecil Fisha yang juga pernah mengutarakan cintanya pada Fisha. Namun tidak langsung melamar 🙁

Babak baru kehidupan dimulai Fisha setelah pindah di Jakarta dan menjadi guru TK. Hidup Fisha dan Fikri berjalan dengan penuh keharmonisan dan kebahagiaan.

Fisha pun hamil, dia undang adik dan ibunya yang ada di Jogja ke Jakarta untuk syukuran saat kandunganya mendekati 7 bulan. Bukan alang kepalang bahagianya kedua keluarga, termasuk nenek Fikri yang ikut datang mempersiapkan acara.

Naas, di saat mempersiapkan acara itu justru terjadi pendarahan. Fisha keguguran.

Tarikan masa lalu

Keguguran yang dialami Fisha menjadikan ibu Fikri paranoid, dia kembali mempersalahkan Fikri karena dinilai memilih istri secara sembarangan. Tidak memperhatikan bebet, bibit dan bobotnya.

Maka ibunya mendesak untuk menceraikan Fisha dan menikah dengan wanita pilihannya sejak dahulu. Fikri tetap mempertahankan rumah tangganya.

Badai kedua

Kehamilan kedua Fisha meredam suasana panas yang meliputi suasana cerita. Bunga – bunga kebahagiaan kembali mekar. Untuk sesaat.

Walau telah sangat berhati – hati, Fisha keguguran lagi. Kali ini lebih parah, semua wanita akan merasa bukan lagi seorang istri yang baik jika berada pada posisi Fisha.

Fisha tidak bisa mengandung lagi, dia terkena kanker rahim.

Kali ini ibu Fikri sudah maklum dengan perjuangan yang telah dilakukan Fisha. Dan dia juga merasakan perih yang dirasakan Fisha, hingga berkenan untuk menyembunyakan berita terburuk ini dari Fikri.

Karena aku wanita, aku sanggup menghadapinya

Fisha tidak mungkin mengandung lagi, tetapi ingin Fikri bahagia dengan hadirnya seorang anak.

Bukan adopsi pilihannya. Apa yang dilakukan Fisha adalah sebuah langkah yang hanya wanita yang sanggup menghadapinya.

Dia musyawarahkan dengan keluarga Fikri untuk mencarikan Fikri istri kedua yang bisa menjalankan perannya untuk melanjutkan keturunan.

Weni, teman Fisha merupakan wanita kedua pilihan Fisha sendiri. Dia jadikan sahabatnya sendiri sebagai pendamping Fikri, lelaki yang menjadi cahaya hatinya.

Dia desak Fikri untuk memperlakukan Weni sebagaimana Fikri memperlakukannya, di dalam satu rumah yang sama.

Dia ingin Fikri bahagia dengan sahabatnya, walau pun Fisha semakin tergerus dalam sakitnya yang semakin parah. Yang membuatnya lemah dan makin lemah.

Perpisahan (Ending Air Mata Surga)

Suatu pagi, tidak didapatinya Fisha di rumah. Fikri kalang kabut, dari pesan yang diterimanya dia tahu kemana harus mencari Fisha.

Dengan berlari secepatnya disusulnya Fisha.

Tak lain dan tak bukan tempat yang dimaksud Fisha dalam pesannya adalah tempat pertama dia bertemu dengan Fikri. Studio Fikri.

Terbaring di sana, lemah dalam hembusan nafas terakhirnya. Saat Fikri menemukan Fisha.

Ending cerita film ini memang sangat mengharukan, dijamin membuat nangis deh (padahal saya cowok 🙁 )

Note; Cerita Air Mata Surga ini ditulis ulang berdasar ingatan saya beberapa pekan lalu melihat film ini. semoga bisa menjadi gambaran tentang alur cerita dan betapa kuatnya hati Fisha dalam Air Mata Surga. Official Air Mata Surga @twitter, website..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *