Nobar Review Film 3 Alif Lam Mim, download via YouTube

Review Film 3 (Alif Lam Mim)

Review film 3 atau yang juga disebut dengan film Alif Lam Mim ini saya tulis setelah menemukan film ini keren! Kemarin lusa saya menghadiri acara Layar Tantjep yang diadakan Masjid Jogokaryan, Jogjakarta. Produser film ini, Mas Arie Untung juga ikut hadir dalam acara ini, loh!

Dalam acara yang disponsori oleh KOPFI ini, banyak iklan pesan-pesan yang ikut disertakan, bahwa dukungan masyarakat kepada masyarakat kepada film yang positif sedikit. Masyarakat lebih suka menikmati film dari produsen film barat yang kadang banyak nilai yang kurang sesuai.

Dan beranjak dari kesadaran itu juga bagusnya film 3 Alif Lam Mim ini, maka saya putuskan untuk menulis review film ini di sini. Walau bukan seutuhnya film religi, tapi ada keeratan nilai Islam yang disampaikan dalam film ini.

Alur Cerita Film 3 (Alif Lam Mim)

Bercerita tentang keadaan Indonesia di tahun 2036 yang telah mengalami revolusi sekitar 2014-2020, kini Indonesia menjadi negara yang liberal dan sekuler. Agama — terutama Islam dan pemeluknya — dicap sebagai sumber kekacauan. Maka kegiatan beribadah sudah semakin dijauhi dan seolah dilarang, orang malu kalau terlihat sedang melakukan ibadah seperti sholat.

Adalah 3 tokoh utama dalam film ini yang berangkat dari latar belakang pondok pesantren yang sama, Alif yang kita menjadi anggota pasukan khusus. Herlam yang menjadi seorang jurnalis brilliant di Libernesia dan Mimbo yang menjadi orang kepercayaan pak Kyai tempat pondok mereka masih berdiri sampai sekarang.

Ketiga tokoh ini memiliki kemampuan bela diri yang di atas rata-rata. Alif memiliki aura api, Lam memiliki aura angin dan Mim yang memiliki aura air tak terkalahkan saat berkelahi di air dan memiliki gerakan yang paling luwes seperti air.

Alif dan Mim memiliki pekerjaan yang sangat berlawanan. Sebagai aparat Alif bertugas menjaga negeri ini dari para keriminal seperti gembong penjahat dan teroris yang image-nya adalah orang-orang yang religius memakai sorban, gamis dan bercelana cingkrang, seperti Mim.

Setelah membunuh Mr. Sunyoto, seorang gembong penjahat, Alif seperti biasanya meminta Lam untuk menemukan data keluarganya untuk dia bantu kehidupannya. Dia terkaget saat mengetahui istri yang ditinggalkan Mr. Sunyoto adalah Laras, mantan kekasih yang meninggalkannya 12 tahun lalu.

Setelah mengikuti Laras yang diserang segerombolan penjahat, Alif membantu menghajar mereka semua. Dan akhirnya Alif tidak bisa mengelak pergi, hubungan yang lama terputus akhirnya terhubung kembali.

Peledakan Candi Cafe

Karena kematian Mr. Sunyoto adalah sebuah kesalahan, dari atasan Alif mendapat hukuman skors. Dan entah dari mana dia memperoleh pesan dari seseorang yang mengaku sebagai Laras untuk datang ke Candi Cafe. Setelah kedatangan Alif dan memintanya untuk menunggu Laras nampak sedih dan bimbang di ruang belakang. Tak lama berselang, sekelompok orang-orang bersorban juga datang, namun ketika hendak memesan makanan mereka diminta keluar oleh pelayan dan sempat terjadi ketegangan.

Melihat ketegangan ini Alif dengan kalem meminta rombongan ini untuk meninggalkan Cafe, akhirnya mereka berkenan. Bahkan Alif ikut mengantarkan mereka sampai halaman. Tepat saat mereka hendak pergi, pelayan menemukan salah satu tas mereka tertinggal. Mengetahuinya Alif memanggil mereka namun pada saat bersamaan tiba-tiba Cafe itu meledak berantakan. Seluruh orang yang berada dalam Cafe tewas.

Mengungkap Peledakan

Setelah kejadian, Lam datang ke Candi Cafe dan menemukan beberapa kejanggalan tentang peledakan itu. Apalagi saat dia sedang berusaha menuliskan berita tentang peledakan itu, tiba-tiba dia melihat atasan Alif melintas di kantornya. Atasan Lam sudah menerbitkan berita terkait kejadian itu berdasarkan press release yang dibuat pihak aparat tadi.

Saat itulah Lam merasakan ada ketidak wajaran yang semakin nyata. Dia menceritakan kepada istrinya tentang apa yang dia temukan, sebuah botol parfum buatan pondok pesantren. Keesokannya Lam ditawari diminta berangkat ke Bromo untuk membuat sebuah liputan, dia menolak karena merasa setiap ada isu berkait terorisme yang melibatkan kaum religius dia selalu diasingkan. Bosnya akhirnya menyampaikan kalau selama Lam masih sholat pasti pandangannya tidak bisa netral pada kasus seperti ini.

Akhirnya pada satu titik dimana si boss memberikan pilihan buatnya untuk tetap lanjut bersama Libernesia dan mengikuti perintas boss. Atau bisa saja Lam resign jika dia tidak merasa sejalan lagi dengan media tempatnya bekerja selama ini. Di hari-hari terakhir dia berada di Libernesia, draft artikel tentang pemboman yang belum selesai dibuatnya tanpa sepengetahuannya justru menyebar ke berbagai rekan jurnalis lain sebagai spam.

Pada malam terakhirnya di sana juga, dia ditemui seorang yang misterius yang ternyata adalah Laras yang masih hidup, memberikan sebuah flash disk untuk kepada Lam dan berpesan untuk melihatnya.

Alif dan Mim Bentrok

Berbekal dari artikel yang belum selesai dari Lam, pihak aparat mengeluarkan surat penangkapan kepada Kyai, karena menurut mereka sudah sangat jelas bahwa pihak pondok telibat dalam pengebomam Candi Cafe.

Karena dari aparat yang dikirim tetap tidak bisa masuk ke pondok, bahkan satu regu yang sebelumnya sudah dikirim sebelum pengebomam juga tidak kembali dan tidak diketahui kabarnya, maka akhirnya Alif dikirim untuk menghadapi Mim. Alif masih sangat emosi karena setahunya Laras, perempuan yang dicintainya ikut tewas dalam pengebomam tersebut.

Pertarungan sengit pun terjadi antara Alif dan Mim. Hampir-hampir tak dapat ditentukan siapa yang unggul dari keduanya dan bisa jadi salah satunya tewas. Jika saja Kyai tidak keluar melerai dan menyerahkan diri setelah meminta lihat surat penangkapan untuknya.

Alif Lam Mim

Sesaat seteah penangkapan itu, Alif dan Lam bertemu membicarakan keadaan yang ada. Lam sangat terkejut saat dia tahu bahwa yang menjadi sumber dakwaan polisi adalah artikelnya yang belum selesai. Di lain sisi Lam memperingatkan Alif untuk berhati-hati dengan Laras, karena tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dia.

Keadaan semakin tidak jelas saat di kantor Lam diserang segerombolan orang dengan pakaian seperti pasukan khusus. Dan saat sampai rumah dia dapati rumahnya berantakan dan istrinya telah tewas berbaring di samping anaknya yang juga hampir tewas. Setelah membawa anaknya ke pondok untuk diobati, dan melakukan pemakaman istri Lam yang tidak lain sepupu Mim, mereka kembali bersatu. Alif sadar dia tidak tahu lagi mana kebenaran dan kejahatan, dan bagaimana harus bersikap.

Ending Alif Lam Mim

Di akhir cerita, terungkap siapa sebenarnya Laras, siapa dibalik pengeboman Candi Cafe dan kenapa semua ini terjadi. Ada juga pertarungan sengit dengan lawan yang tidak main-main. Bahkan Mim dan Lam secara bersamaan berusaha mengalahkannya saja kesusahan. Sangat seru!

Nilai Islam dalam Alif Lam Mim

Dalam film ini sangat kental nilai keislaman yang dihadirkan dari tokoh-tokoh dalam pondok pesantren. Salah satu pesan buat kita adalah untuk tidak mudan menyerah. Jangan pernah menyerah! Sebuah pengingat juga bagi kita mungkin adalah untuk bersatu, walau sangat banyak golongan Islam, kita tidak boleh lebih banyak fokus pada perbedaan, tapi fokus pada ukhuwah. Jangan sampai menunggu tidak ada tempat lagi bagi umat Muslim selain di satu tempat — seperti pondok dalam cerita ini — untuk bisa bersatu dalam sebuah harmoni yang damai.

Review Alif Lam Mim FilmReligi.com

Tim FilmReligi.com menilai film ini adalah sebuah film yang sangat rekomended, mulai dari alur cerita yang sangat menarik untuk disimak sampai akhir hingga berbagai efek yang sangat apik sebagaimana garapan visual effect artis dari barat. Walau untuk beberapa ledakan seperti di Candi Cafe terasa agak over sih, hehehe..

Tapi pesan agamanya bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin sangat perlu diapresiasi. Beberapa joke yang sesekali ditampilkan juga lumayan.

Kalau kamu penasaran bagaimana akhirnya yang lengkap, yang tidak terpotong-potong seperti yang mungkin pernah kamu lihat di YouTube, lalu download film 3 Alif Lam Mim ini yang versi .NetTV pastikan kamu bisa melihat versi utuhnya dengan mengadakan nonton bareng bersama Kopfi.

img source: https://twitter.com/kopfi_id/status/924635508101103616

Tausiyah Cinta; Review film Pecinta Quran, Alur Cerita & Pesan Moral

Review Film Tausiyah Cinta, Jangan Merasa Terlalu Sholeh Untuk Diuji

Baru pulang dari melihat film Tausiyah Cinta, sebuah film yang belakangan saya nantikan setelah mengikuti update informasinya melaluiu berbagai macam channel socila media. Terutama adalah Instagram @tausiyahku.

Film bernuansa islami ini memang agak sedikit berbeda mungkin dari kebanyakan film, karena dari awal pembuatannya sudah diniatkan sebagai ladang dakwah. Secara konten dan garis besar pesan moral yang saya ambil sebenarnya bagus, namun ada banyak kurangnya juga di sana – sini.

Alur cerita Tusiyah Cinta

Di awal cerita, penonton langsung dibawa terjun dalam perdebatan sengin antara Lefan dengan kakaknya Elfa. Perdebatan terjadi karena Elfa menginginkan Lefan untuk lebih available bagi keluarga.

Lefan justru merasa tidak terima dengan permintaan tersebut, justru menilai kakaknya yang kurang peduli dengan keluarga. Dengan banyaknya aktifitas dakwah yang dilakukannya, Elfa justru membiarkan keluarganya sendiri tidak tersentuh dakwah, seakan tidak perduli kalau nanti keluarganya akan ada dalam neraka sementara ia terlalu sibuk mendakwahi orang lain.

Lefan berkata dengan kasar mengenai hal itu, mengingat rumah tangga kedua orang tuanya yang terpecah, bahkan hingga kematian ibunya. Sakit dengan perkataan Lefan, Elfa jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia juga.

Di bagian cerita lainnya, adalah Rein, seorang mahasiswa yang memiliki gagasan mendaur ulang air wudhu agar bisa dipergunakan lagi. Pengerjaan proyek ini mempertemukan Lefan yang berkerja sebagai konseptor dengan Azka, seorang yang memiliki pemahaman agama dan ketaatan yang bagus, yang merupakan seorang arsitek.

Lefan dan Azka pun menjadi akrab, hingga banyak bertukar pikiran. Lefan bercerita tentang ibunya yang sholehah dan baik. Namun ujian begitu beratnya hingga akhir hayatnya. Teentang Elfa yang sholehah, namun pesona sholehahnya tak menyentuh keluarganya sendiri, termasuk Lefan.

Azka mengungkapkan bahwa semua kegundahan Lefan, perasannya yang merasa bosan dengan sesama manusia, mungkin adalah pertanda kalau Allah hendak membukakan hatinya.

Tak berselang lama setelah curhat mereka malam itu, giliran Azka yang diuji dengan kecelakaan yang menimpanya di tempat proyeknya, matanya terkena pecahan kaca hingga buta. Sementara di Surabaya ibunya terjatuh saat hendak sholat hingga koma.

Kabar itu dirahasaikan teman – temannya, meski ada salah satu rekan kerja yang berperangai buruk justru memberi tahu Azka saat baru sadar dan berusaha menelan kenyataan pahit kebutaan yang dideritanya. Azka merasa terpukul, pulang ke Surabaya dan meminta Rafi temannya untuk mengurus surat resignnya karena merasa tak bisa lagi menjalankan tugasnya.

Kegundahan Lefan makin menjadi, kemudian ia putuskan untuk melamar Rein, karena merasa tertarik dengannya saat pertemuan membahas proyeknya. Disamping terdorong pesan teman lamanya sebelum malam perbincangannya dengan Azka.

Tausiyah Cinta, Lefan Melamar Rein

Dalam kegundahan dan keputus asaan, Azka mendapat kunjungan dari Lefan yang jauh – jauh mengunjunginya di rumahkedua orang tuanya di Surabaya. Lefan tetap mendorong Azka untuk menjadi Azka yang dulu, kuat keyakinannya dan selalu berprasangka baik padaNya.

Dalam perbincangannya dengan Fatih, temannya Azka juga banyak diberi motivasi dan dorongan. Salah satu pesan yang begitu lekat saya ingat adalah bahwasanya ujian yang dialaminya bisa saja karia Allah memiliki rencana yang lebih baik.

Lebih simplenya, menurut saya adalah “Jangan merasa terlalu alim dan taat padaNya, sehingga Allah tidak akan menguji dirimu

Lalu, bagimana dengan lamaran Azka kepada Rein, apakah Rein akan menerimanya? Apa pula maksud kata – kata Rein “Cinta itu dibangun, bukan dicari”?

Kalau ingin tahu, mungkin kamu perlu meluangkan waktu untuk menonton film Tausiyah Cinta ini langsung saja 😀

Penilaian Saya tentang Tausiyah Cinta

Kalau menurut saya sih, alur ceritanya sudah lumayan sih, walau ada juga beberapa kekurangan, seperti beberapa adegan yang terasa ‘kurang klik’ atau juga cara mengambil gambar yang terasa kurang bagus. Menurut saya, Serial Cinta Subuh lebih bagus pengambilan angle saat syuting dan juga kualitas editingnya.

Tausiyah Cinta Film Menghafal Al Quran?

Salah satu daya tarik film ini sebelumnya adalah tentang kabar kalau dalam film ini semua pemainnya benar – benar bagus mengajinya dan banyak menyajikan bacaan Al Quran dan menjadikan penontonnya semangat untuk mengaji dan menghafal Quran, benarkah hal ini?

Banyak mengajinya mungkin iya, dan memang para pemain dalam membaca Al Quran-nya dengan bacaan yang bagus. Dalam satu scene bahkan ada beberapa pemuda dalam measjid yang sahut – menyahut menyambung bacaan satu dan lainnya sebanyak lebih dari 5 ayat, dari ingatan mereka, awesome!

Namun saya rasakan masih kurang pesan dan ajakan untuk membaca atau menghafal Quran ini. Tidak saya temukan sebuah adegan yang menekankan urgensi dari banyak mengaji dan menghafal Quran.

Tausiyah Cinta Recommended?

Lepas dari beberapa kekurangan, film ini memiliki beberapa hal bagus yang jarang kita temui dari film lainnya. Kegigihan dan kesabaran dalam ujian, yang mana setiap orang pasti diuji. Banyak bacaan Quran yang penting untuk direnungkan, film dengan tampilan pemain yang syar’i dan tanpa sentuh – sentuh bukan muhrim (hanya Azka dan Ibunya yang saya lihat bersentuhan, semoga ibunya beneran). Contoh perbuatan ikhlas dalam tolong menolong yang akhirnya mendapat balasan kebaikan.

Alur ceritanya juga sebenarnya ringan, dengan ending yang diluar prediksi, sama dengan kehidupan nyata, takdirNya yang kadang membuat kita terheran – heran.

Overall, recomended, dengan pengecualian kalau kamu berharap cerita asmara yang ‘linear’.

Penasaran? Ya silahkan tonton Tausiyah Cinta di bioskop terdekat.

Air Mata Surga; Karena aku wanita, aku sanggup menghadapinya

Salah satu bagian yang begitu lekat dalam film air mata surga ini adalah cerita tentang ranting yang disampaikan oleh Fikri kepada Fisha dan juga ibunya saat dia bertandang ke rumah Fisha pertama kali dan langsung menyampaikan niatnya untuk melamarnya, kurang-lebih seperti yang ada di quote berikut (lihat video di bawah buat lengkapnya).

sinopsis air mata surga lengkap sampai ending

Ada satu cerita tentang dua orang anak yang disuruh bapaknya untuk mencari ranting untuk dibuatnya kesenian dalam hutan.

Anak pertama memasuki hutan dahulu, dilihatnya sebuah ranting yang bagus, tapi tidak diambilnya. Dia berpikir pastilah nanti akan ada lagi ranting yang lebih baik di dalam sana. Ranting yang lebih baik pun dia temui, namun tidak diambilnya, karena dia berpikir akan ada yang lebih bagus lagi di dalam sana. Begitu seterusnya, hingga tanpa sadar ia telah sampai di tepi hutan tanpa membawa satu ranting pun.

Anak kedua memasuki hutan, begitu dilihatnya sebuah ranting yang disukainya dia ambil dan bawa ranting itu hingga dia sampaikan kepada ayahnya.

“Aku banyak melihat ranting yang lebih bagus dari pada ranting itu, kenapa kau mengambilnya?” tanya anak pertama.

“Aku menyukai ranting ini, maka aku mengambilnya dan tetap membawanya, walaupun dia bukan ranting yang terbaik, tapi saat aku telah bersamanya dan membawanya hingga keluar hutan, semakin sayanglah aku padanya” jawab anak kedua.

Awal Indah Air Mata Surga

Begitulah kira – kira jawaban Fikri (Richard Kevin) saat datang melamar Fisha (Dewi Sandra) di kunjungan pertamanya ke Jogja.

Fikri mengunjungi Fisha yang merupakan mahasiswa S2 yang dibimbingnya dalam mengerjakan thesisnya. Sebelumnya Fikri dan Fisha bertemu hanya sekali. Saat Fisha mengunjungi studionya di Jakarta untuk meminta Fikri menjadi dosen pembimbingnya.

Tak perlu waktu lama bagi Fikri untuk jatuh hati dengan Fisha dan memutuskan untuk melamarnya. Walau di situ tergambarkan semuanya seolah tanpa rencana.

Fikri datang ke Jogja dengan alasan bimbingan thesis tersebut, saat mengantar balik Fisha dan telah berpamitan. Dia balikkan badannya dan meminta masuk kepada Ibu Fisha, dan kemudian dia mengutarakan niat untuk meminang anak gadis tersebut.

Cerita itulah yang keluar dari Fikri saat ditanya alasannya memilih Fisha sebagai pendamping hidupnya. Sebuah cerita yang menandaskan, bahwa yang terpenting adalah menentukan pada satu pilihan, lalu konsisten dengan pilihannya. Tak perlu mencari yang terbaik.

And The Story goes on…

Walau ditentang oleh ibu Fikri (diperankan Meriam Belina) yang lebih cocok dengan wanita yang menjadi pilihan calon menantunya, Fikri ngotot dan tetap memilih Fisha sebagi calon istrinya.

Pernikahan keduanya pun dihelat, dihadiri keluarga dan juga Hamzah (Morgan Oey) teman sejak kecil Fisha yang juga pernah mengutarakan cintanya pada Fisha. Namun tidak langsung melamar 🙁

Babak baru kehidupan dimulai Fisha setelah pindah di Jakarta dan menjadi guru TK. Hidup Fisha dan Fikri berjalan dengan penuh keharmonisan dan kebahagiaan.

Fisha pun hamil, dia undang adik dan ibunya yang ada di Jogja ke Jakarta untuk syukuran saat kandunganya mendekati 7 bulan. Bukan alang kepalang bahagianya kedua keluarga, termasuk nenek Fikri yang ikut datang mempersiapkan acara.

Naas, di saat mempersiapkan acara itu justru terjadi pendarahan. Fisha keguguran.

Tarikan masa lalu

Keguguran yang dialami Fisha menjadikan ibu Fikri paranoid, dia kembali mempersalahkan Fikri karena dinilai memilih istri secara sembarangan. Tidak memperhatikan bebet, bibit dan bobotnya.

Maka ibunya mendesak untuk menceraikan Fisha dan menikah dengan wanita pilihannya sejak dahulu. Fikri tetap mempertahankan rumah tangganya.

Badai kedua

Kehamilan kedua Fisha meredam suasana panas yang meliputi suasana cerita. Bunga – bunga kebahagiaan kembali mekar. Untuk sesaat.

Walau telah sangat berhati – hati, Fisha keguguran lagi. Kali ini lebih parah, semua wanita akan merasa bukan lagi seorang istri yang baik jika berada pada posisi Fisha.

Fisha tidak bisa mengandung lagi, dia terkena kanker rahim.

Kali ini ibu Fikri sudah maklum dengan perjuangan yang telah dilakukan Fisha. Dan dia juga merasakan perih yang dirasakan Fisha, hingga berkenan untuk menyembunyakan berita terburuk ini dari Fikri.

Karena aku wanita, aku sanggup menghadapinya

Fisha tidak mungkin mengandung lagi, tetapi ingin Fikri bahagia dengan hadirnya seorang anak.

Bukan adopsi pilihannya. Apa yang dilakukan Fisha adalah sebuah langkah yang hanya wanita yang sanggup menghadapinya.

Dia musyawarahkan dengan keluarga Fikri untuk mencarikan Fikri istri kedua yang bisa menjalankan perannya untuk melanjutkan keturunan.

Weni, teman Fisha merupakan wanita kedua pilihan Fisha sendiri. Dia jadikan sahabatnya sendiri sebagai pendamping Fikri, lelaki yang menjadi cahaya hatinya.

Dia desak Fikri untuk memperlakukan Weni sebagaimana Fikri memperlakukannya, di dalam satu rumah yang sama.

Dia ingin Fikri bahagia dengan sahabatnya, walau pun Fisha semakin tergerus dalam sakitnya yang semakin parah. Yang membuatnya lemah dan makin lemah.

Perpisahan (Ending Air Mata Surga)

Suatu pagi, tidak didapatinya Fisha di rumah. Fikri kalang kabut, dari pesan yang diterimanya dia tahu kemana harus mencari Fisha.

Dengan berlari secepatnya disusulnya Fisha.

Tak lain dan tak bukan tempat yang dimaksud Fisha dalam pesannya adalah tempat pertama dia bertemu dengan Fikri. Studio Fikri.

Terbaring di sana, lemah dalam hembusan nafas terakhirnya. Saat Fikri menemukan Fisha.

Ending cerita film ini memang sangat mengharukan, dijamin membuat nangis deh (padahal saya cowok 🙁 )

Note; Cerita Air Mata Surga ini ditulis ulang berdasar ingatan saya beberapa pekan lalu melihat film ini. semoga bisa menjadi gambaran tentang alur cerita dan betapa kuatnya hati Fisha dalam Air Mata Surga. Official Air Mata Surga @twitter, website..

Cinta Subuh 3 Review

Cinta Subuh 3 Review; Penyemangat yang Semakin Lengkap

Kalau kamu sudah sering menyimak film pendek Cinta Subuh yang sebelum – sebelumnya, pastinya sudah tidak sabar juga untuk menyaksikan film pendek Cinta Subuh 3. Nah karena saya sudah menonton filmnya setelah kemarin memesan DVD langsung, kali ini saya akan membuat Cinta Subuh 3 Review.

Cinta Subuh 3 atau yang juga diberi julukan Sang Ksatria Subuh adalah sebuah film yang digarap oleh Film Maker Muslim, sama dengan yang membuat Ramadhan Cantik Web Series dan 2 film pendek cinta subuh sebelumnya.

Cinta Subuh 3 Review Lengkap Alur Cerita

Alur Cerita Cinta Subuh 3

Dilihat dari plot/alur ceritanya, Cinta Subuh 3 diawali dengan kedatangan Dodi (yang disuruh bangunin Angga buat sholat Subuh di Cinta Subuh 1), menemua Ustadz Jameel untuk melamar putri tunggal beliau, Aghnia, diperankan oleh Hana Nurjanah.

Aghnia Cinta Subuh 3

Aghnia adalah seorang muslimah yang sholehah, sehingga tidak heran Dodi jatuh hati kepadanya dan langsung saja bertamu untuk melamarnya, bahkan tanpa sekalipun berbincang dengan Aghnia sebelumnya, dia sudah yakin akan menjadikannya pendamping hidup.

Sehingga tidak heran hingga terjadi dialog yang sangat menggelitik bagi saya;

Dodi: Walaupun saya belum pernah ngobrol dengan purtri bapak (Aghnia), tapi saya haqul yakin untuk menjadikannya pendamping hidup saya pak.

Ust. Jameel: (setelah bertanya dengan putrinya) Iya Ana tahu, tapi masalahnya anak saya juga haqul yakin tidak kenal sama Ente.

Dialog di atas adalah dialog yang membuat saya sampai tertawa terbahak sendiri waktu menyaksikan film Cinta Subuh 3 ini.

Diskusi dalam pertemuan itu pun berlanjut, hingga akhirnya di sepakati bahwa Dodi harus melakukan sebauh syarat sebelum dia diijinkan melamar Aghnia beserta orang tuanya nanti setelah syaratnya dipenuhi.

Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah agar Dodi menjalankan Sholat Subuh berjamaah di masjid, secara on time selama 40 hari ke depan. Sebuah syarat yang sederhana nampaknya, namun kalau kita mau jujur pada diri kita, pasti berat untuk bisa melakukan ini.

Perjuangan 40 Hari Sholat Subuh Berjamaah on Time

Dalam melakukan misinya untuk berjamaah sholat subuh selama 40 hari penuh, Dodi memiliki banyak kendala juga rupanya.

Karena harus meluangkan waktu subuhnya di masjid, Dodi jadi selalu terlambat datang ke kantor, tiap hari selalu disindir dengan pedas oleh rekan kantornya dan harinya selalu diawali dengan menghadap atasan dan menerima kritik dan peringatan yang tidak main – main.

Bahkan bosnya memperingatkannya bahwa dia bisa saja dipecat!

Akhirnya dia justru mengundurkan diri. Memutuskan berjualan, mengalami keseretan dalam bisnis. Hingga Allah mengirimkan bantuannya berupa kesempatan bekerja dengan Ustad Sapta (kakak Ratih).

Perjuangan pun akhirnya dilaluinya hingga hari ke-40, lalu Dodi menghadap Ust. Jameel lagi.

Namun sayang pernah satu hari dia gagal sholat subuh berjamaah di masjid. Dia sampaikan juga kegagalannya dalam melaksanakan amanah tersebut, karena satu hal yang ada di Cinta Subuh 1 jawabannya.

Bagaimana keputusan Ust. Jameel? Simak saja di filmnya nanti yang akan tayang di YouTube tanggal 30 Oktober 🙂

Berbau Sinetron

Satu hal yang agak saya tidak suka dari Cinta Subuh 3 ini adalah nuansa alur cerita yang seperti sinetron. Cuma perasaan dan pendapat saya pribadi sih, mungkin bagi anda tidak. 🙂

Kenapa bisa terjadi? Mungkin karena cerita Cinta Subuh 3 ini dimaksudkan untuk mempersatukan 2 Cinta Subuh sebelumnya jadi satu cerita utuh. Topik atau pesan yang disampaikan Cinta Subuh 1 dan Cinta Subuh 2 terasa agak terserak, karena mungkin dari awal Cinta Subuh 1 memang tidak ada gambaran dibuatnya sekuel – sekuel susulan.

Tugas Cinta Subuh 3 adalah untuk meremidi ini.

Dalam Cinta Subuh 3 ini, untuk membingkai alur dijadikanlah koneksi antara satu orang dengan yang lainnya. Seperti Dodi yang terlihat ‘terlalu kenal’ dengan Ratih dalam Cinta Subuh 1, saat melihat hubungan Dodi dengan Ustad Sapta (kakaknya Ratih) kita jadi maklum dengan kedekatannya.

Pesan Cinta Subuh 3

Terlepas dari hal yang tidak saya sukai tadi, Cinta Subuh 3 memang lebih gereget dalam menyampaikan kepada umat tentang pentingnya sholat subuh berjamaah di masjid. Karena jumlah jamaah saat shalat subuh di masjid yang banyak menunjukan akan bangkitnya kembali umat Islam dari keterpurukan yang selama ini melanda.

Cinta Subuh 3 Review - Sholat Subuh itu berat (Intro)

Bagi saya sendiri, Cinta Subuh 3 sangat kuat dampaknya dalam menginspirasi saya untuk lebih tertib sholat Shubuh di masjid, on time, dan berjamaah. Walau kadang juga masih terlewat, tapi sudah berusaha dan berusaha lebih baik lagi sembari berdoa untuk dimudahkan bangun di waktu subuh, menyeting alarm di hp, hingga berusaha tidur lebih awal lagi.

Cinta Subuh 3, Sang Ksatria Subuh sudah bisa disimak sekarang di YouTube, berikut saya lampirkan sekalian video tersebut,

 

Sebagai bocoran, Cinta Subuh The Movie juga akan rilis nanti di tahun 2016. Stay Tuned!